Program yang dirancang untuk mendampingi siswa menemukan jalur terbaik menuju pendidikan tinggi. Program ini menawarkan berbagai sumber daya, panduan, dan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, sehingga memudahkan proses perencanaan dan persiapan menuju universitas. Dengan program Pathway to University, siswa dapat mengeksplorasi pilihan akademis, karier, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.
KB-TK Notre Dame menggunakan kurikulum tambahan pada pembelajarannya yaitu Pendekatan Montessori. Pendekatan Montessori berfokus pada pembelajaran mandiri, eksplorasi, dan pengembangan potensi anak secara alami. Selain itu, pendekatan ini menekankan pada pengalaman belajar yang konkret dan penggunaan lingkungan yang disiapkan untuk membantu anak belajar secara aktif.
KB-TK Notre Dame juga menggunakan Pendekatan Reggio Emilia sebagai kurikulum tambahan pada pembelajarannya. Pendekatan Reggio Emilia menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, eksplorasi, dan kolaborasi dengan metode yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemandirian anak melalui pengalaman belajar yang berpusat pada anak.
Kelas Bilingual di Sekolah Notre Dame dirancang untuk mempersiapkan siswa agar mampu berkomunikasi dan berpikir dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Program ini diterapkan secara berjenjang mulai dari KB–TK hingga SMA, dengan penyesuaian sesuai tahap perkembangan siswa. Di jenjang KB–TK, bilingual diterapkan melalui kegiatan Montessori dan Phonics/English untuk menumbuhkan kemampuan bahasa sejak dini. Di tingkat SD, SMP, dan SMA, pembelajaran bilingual difokuskan pada mata pelajaran Mathematics, Science, Social Studies, dan English, baik dalam penyampaian materi, penugasan, ujian, maupun diskusi sehari-hari di kelas. Melalui program ini, Notre Dame berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berwawasan global, sekaligus menanamkan karakter serta nilai Katolik yang kuat pada setiap peserta didik.
Kegiatan ekstrakurikuler menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan di luar kelas. Melalui berbagai aktivitas seni, olahraga, kepemimpinan, dan organisasi, siswa dilatih untuk bekerja sama, disiplin, serta memiliki tanggung jawab sosial. Ekstrakurikuler tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga membentuk karakter yang seimbang antara akademik, kreativitas, dan kepribadian.
Eco Education Center menjadi wadah bagi siswa untuk belajar menanam, berwirausaha, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pengalaman belajar yang holistik ini, siswa didorong untuk tidak hanya berprestasi secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter tangguh, kreatif, dan berjiwa pelayan dalam semangat Katolik Notre Dame.