Pendidikan Holistik

Pendidikan holistik, yaitu membentuk manusia secara utuh,  yang berkarakter, menjadi tujuan yang perlu diperjuangkan. Hal itu berarti mengembangkan potensi spiritual, intelektual, sosial, dan emosional siswa. Dengan kata lain pendidikan yang membawa perkembangan yang seimbang, baik segi akademis maupun segi sosial dan emosinya. Impian saya adalah agar SMP Notre Dame menjadi sekolah yang memilik spiritualitas keSNDan, yang mendasarkan diri pada 4 pilar pendidikan Notre Dame, yang dihidupi, dan menjadi dasar berkarya seluruh anggota komunitasnya. Spiritualias itu harus terwujud dalam berbagai aspek […]

Tantangan Besar

Tantangan terbesar pada abad mileneal ini adalah mendidik anak untuk berpikir kritis. Guru harus siap dalam mendidik anak untuk berpikir kritis. Terutama dalam hal pemikiran mendalam atas suatu persoalan. Berpikir kritis dilakukan dengan cara menguji setiap hal yang dihadapi (fakta, informasi) untuk dilihat kebenarannya. Anak harus dilatih berpikir kritis atas semua hal yang dihadapi dengan menguji semua informasi menggunakan nilai-nilai kekatolikan yang terjabar dalam vivi-misi sekolah sebelum akhirnya menarik kesimpulan dan mengambil keputusan, tidak sekedar mengikuti pendapat kebanyakan orang. Siap […]

Menuju Generasi Santun dan Kritis

Kesan pertama saat saya menjadi Kepala Sekolah di SD Notre Dame Jakarta pada 2016 lalu adalah kurang adanya komunikasi yang baik dan lancar antar rekan guru dan pimpinan, antara guru dan guru serta guru dan Yayasan. Hal itu terlihat dari adanya banyak rumor dan cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan yang saya ketahui. Tidak mengherankan jika rumor yang tentu belum tentu benar itu tersebar di kalangan masyarakat. Di internal sendiri, pada saat rapat-rapat awal di Badan Pelaksana Harian, saya merasakan […]

Mars Notre Dame

Menyanyi adalah salah satu hobi saya semenjak masih kecil. Waktu masih SD di desa saya, lagu-lagu Jawa adalah lagu yang banyak diajarkan di sekolah, selain beberapa lagu nasional dalam bahasa Indonesia yang sederhana. Menyanyi bersama teman-teman maupun sendiri bagi saya pribadi adalah ekspresi kegembiraan hati, seolah tidak ada beban atau masalah yang dihadapi. Keinginan saya menjadi seorang Katolikpun awalnya adalah karena ingin menyanyikan lagu Gereja. Pada waktu itu sekitar tahun 1973, saya melihat kakak saya yang beragama Katolik bersama umat […]

Bagaimana Cara Kita Mengajarkan Ketaatan?

Ketaatan diajarkan sejak dini, bukan saat anak-anak menjadi dewasa. Di dalam buku Along the Virtuous Way, Ezo & Ezzo mencontohkan cerita berikut ini yang saya ubah dalam konteks Indonesia. Kevin, umur empat tahun, bangun tidur, ibunya sudah menyiapkan air hangat dan handuk. Ibu bertanya, “Mau mandi?” Kevin bilang, “Mau sarapan dulu, Mah.” Lalu ibunya mengambilkan nasi dan telor. Kevin berkata, “Aku mau tempe saja.” Ibu mengembalikan telur dan mengganti dengan tempe. Lalu, Ibu menuang susu, tapi Kevin berkata, “Aku mau […]

Ortu Otoriter VS Ortu Demokratis: Bagus Mana?

Bolehkah kita menjadi orang tua yang otoriter. Atau, lebih baik kita menjadi orang tua yang demokratis? Ezo & Ezzo dalam bukunya Along the Virtuous Way menggambarkan otoritas itu seperti corong. Kita tahu corong di ujungnya sempit, lalu semakin lama mengembang di bagian atasnya. Corong itu gambaran dari otoritas, di masa anak-anak corong itu sempit karena otoritas orang tua itu mutlak. Di masa remaja, otoritas itu mulai dikurangi. Di usia dewasa, otoritas itu mulai hilang diganti dengan diskusi atau dialog. Ketika […]

Apa Beda Konsekuensi dan Hukuman?

Ada orang tua yang selalu memberikan hukuman. Salah sedikit dihukum, salah banyak makin dihukum. Akibatnya, anak takut dan minder. Namun, ada yang tidak berbuat apa-apa saat anak berbuat kenakalan. Akibatnya anak bersikap kurang ajar. Apa sebetulnya hukuman dan apa itu konsekuensi? Apakah keduanya sama? Untuk memahaminya saya memberikan cerita berikut. Seorang ayah membelikan es krim untuk anaknya. Anaknya itu menumpahkan es krim di lantai. Sang ayah meminta si anak membersihkan es krim di lantai itu dengan lap dan tisu, itu […]

Jangan Sembarangan Memberikan Hadiah

Hadiah diberikan untuk memperkuat sikap baik, bukan untuk memanjakan anak. Sayangnya, seringkali anak menjadi manja dan berperilaku buruk setelah mendapat hadiah. Kadangkala ada perasaan yang tidak terbendung dalam diri kita untuk memberikan hadiah yang terbaik untuk anak kita. Kadang kita tanpa kita memikirkan apakah hadiah yang kita berikan itu akan membuat anak kita bersikap lebih baik, atau justru bersikap buruk. Dalam memberikan hadiah, maka kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini. Pertama, apakah saatnya tepat? Saat yang tepat antara lain […]

Perlukah Memberi Hukuman kepada Anak?

Tujuan dari hukuman adalah untuk memperbaiki sikap anak, tetapi sayangnya hukuman justru seringkali merusak relasi antara orangtua dengan anak. Bagaimana agar hukuman yang kita berikan memperbaiki sikap anak, tetapi hubungan anak-orang tua tetap harmonis? Banyak orang tua memberikan hukuman tetapi kemudian tidak berusaha untuk mengembalikan relasi yang baik antara anak dan orangtua. Akibatnya, hukuman yang diberikan justru membangkitkan amarah dalam hati anak. Sampai si anak tumbuh dewasa, ia masih menyimpan amarah itu di dalam hatinya. Bapak dan Ibu yang saya […]

Memaknai Peringatan Hari Kartini

Pada 20 April 2018, siswa –siswi SD Notre Dame merayakan Hari Kartini dengan tema Kita Bhinneka Kita Indonesia. Pagi itu suasana sekolah berbeda dengan hari – hari biasanya. Siswa – siswi kelas 1- 5 mengenakan berbagai pakaian adat di Indonesia. Anak anak tampak ceria, cantik –cantik dan tampan. Hari Kartini kita rayakan dengan tujuan meningkatkan semangat juang tokoh emansipasi wanita R.A Kartini di Notre Dame. Kita memakai pakaian adat dari berbagai daerah ini memberikan makna bahwa perjuangan Kartini untuk kaum […]