Anak-anak jaman sekarang adalah anak yang hidup di dunia yang bising dan mengganggu. Dimana keheningan jadi sesuatu yang semakin sulit didapatkan. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut dapat memberikan efek negatif bagi  kesehatan  kita dan anak – anak . Hanya sedikit waktu yang digunakan untuk merasakan keheningan. Maka kita sebagai orangtua memberikan waktu kepada anak – anak untuk belajar menenangkan diri dalam keheningan beberapa menit dalam sehari guna untuk mengheningkan pikiran dan hati. Keheningan dapat mengurangi stres dan ketegangan,
Hari ini hari Kamis, 11 Juli 2019 hari pertama anak – anak belajar tanpa mama dan papa. Mulai hari Senin sampai hari Rabu anak – anak masih boleh di tunggui di dalam kelas. Hari Kamis anak – anak mulai lepas dari orangtua dan belajar bersama guru wali kelasnya. Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Apa yang terjadi saat anak – anak harus berpisah dengan orangtua hari pertama ditinggal? Tentunya banyak reaksi dan aksi yang terjadi. seperti: ada anak yang sudah berani
TK Notre Dame
Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Selamat pagi dan tetap semangat pagi …. Pada hari Kamis, 04 Juli 2019 anak –anak mengawali kegiatan belajar melalui bermain di TK Notre Dame. Semua guru TK sudah siap menyambut anak – anak dengan semangat dan ceria. Anak – anak yang datang disambut Suster dan para guru di pintu gerbang dengan berbaris berjajar agar anak – anak terbiasa memberi salam kepada semua guru. Hal ini menjadi pembelajaran unggulan di TK Notre Dame dalam kegiatan pembiasaan. 
Sekolah Notre Dame
Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Tak terasa tiga atau empat tahun lalu anak – anak bersama kami di TK Notre Dame, dan saat ini anak – anak akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar untuk meraih impian dan cita – cita. Bapak /Ibu guru dan suster mengucapkan terima kasih kepada anak – anak. Kau adalah anak – anak yang unik, selalu ceria, dan kreatif. Dari proses pembelajaran ini, banyak hal yang kalian dapatkan melalui belajar bersosialisasi dengan teman – teman dan
Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Hari Jumat pagi, 03 Mei 2019 anak-anak TK B sudah berkumpul di Lobby TK Notre Dame. Anak-anak mengenakan kaos biru berbaris dengan rapi sesuai dengan kelompoknya. Ini merupakan hari yang berbeda dari hari biasanya di TK Notre Dame. Anak-anak terlihat sangat riang dan ceria karena ingin segera mengikuti kegiatan Rekoleksi Tahunan. Para guru dan anak-anak bersiap menuju Hall Notre Dame untuk segera memulai kegiatan yang sudah dinanti-nanti ini. Kegiatan rekoleksi ini dimulai dengan doa pembukaan
Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Di pagi yang cerah, matahari tanpa selimut awan mendung, anak – anak mengenakan kostum yang yang berwarna – warni dan wajah berseri –seri menyambut pagi. Di hari Sabtu, 13 April 2019 yang seharusnya hari libur, Semua anak TK Notre Dame bersama orangtua tetap semangat untuk hadir dan turut memeriahkan acara Pentas Seni (PENSI) yang telah diprogramkan sekolah dua tahun sekali. Adapun tujuan utama PENSI adalah sebagai ajang kreativitas bakat dan berekspresi. Melalui kegiatan PENSI anak
Ada hubungan yang kuat antara membangun karakter dengan mendidik nalar. Jika kita mampu mengarahkan murid untuk mempunyai karakter yang baik maka pada saat bersamaan kita dapat mendidik nalar murid. Untuk sebagian teman –teman guru di SMA saya yakin siap untuk mendidik nalar murid , mereka sudah bekerja lama, memiliki pengalaman mengajar ribuan murid, seharusnnya mereka mampu mengkondisikan murid ke arah yang lebih baik walaupun dengan latar belakang murid yang berbeda beda. Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Untuk mewujudkannya, jelas bagi
Pendidikan holistik, yaitu membentuk manusia secara utuh,  yang berkarakter, menjadi tujuan yang perlu diperjuangkan. Hal itu berarti mengembangkan potensi spiritual, intelektual, sosial, dan emosional siswa. Dengan kata lain pendidikan yang membawa perkembangan yang seimbang, baik segi akademis maupun segi sosial dan emosinya. Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Impian saya adalah agar SMP Notre Dame menjadi sekolah yang memilik spiritualitas keSNDan, yang mendasarkan diri pada 4 pilar pendidikan Notre Dame, yang dihidupi, dan menjadi dasar berkarya seluruh anggota komunitasnya. Spiritualias itu
Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Tantangan terbesar pada abad mileneal ini adalah mendidik anak untuk berpikir kritis. Guru harus siap dalam mendidik anak untuk berpikir kritis. Terutama dalam hal pemikiran mendalam atas suatu persoalan. Berpikir kritis dilakukan dengan cara menguji setiap hal yang dihadapi (fakta, informasi) untuk dilihat kebenarannya. Anak harus dilatih berpikir kritis atas semua hal yang dihadapi dengan menguji semua informasi menggunakan nilai-nilai kekatolikan yang terjabar dalam vivi-misi sekolah sebelum akhirnya menarik kesimpulan dan mengambil keputusan, tidak sekedar
Kesan pertama saat saya menjadi Kepala Sekolah di SD Notre Dame Jakarta pada 2016 lalu adalah kurang adanya komunikasi yang baik dan lancar antar rekan guru dan pimpinan, antara guru dan guru serta guru dan Yayasan. Hal itu terlihat dari adanya banyak rumor dan cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan yang saya ketahui. Tidak mengherankan jika rumor yang tentu belum tentu benar itu tersebar di kalangan masyarakat. Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame Di internal sendiri, pada saat rapat-rapat awal di