Lectio Divina is “a way of friendship” wherein we pay attention to “the love letters from the Lord.” (Pater Basil Pennington, OCSO)

Pater Basil Pennington mendefinisikan Lectio Divina sebagai upaya menjalin persahabatan secara mendalam dengan Tuhan. Lectio Divina, berasal dari bahasa Latin, Lectio berarti bacaan dan divina berarti Ilahi; bukan pertama-tama menunjukkan seberapa banyak bacaan Kitab Suci yang dibaca, tetapi lebih utama adalah mendengarkan Sabda Tuhan.

Para guru, staf, dan siswa-siswi Sekolah Notre Dame menjalankan Lectio Divina, setiap hari. Mereka berdoa, membaca Kitab Suci, dan merenungkannya. Bacaan Kitab Suci yang dibaca, direnungkan, dan diresapi dengan sungguh-sungguh akan mendekatkan masing-masing pribadi dengan Tuhan.

Menilik sebagaimana dilakukan oleh para rahib Benediktin sejak berabad silam, hal penting yang dilakukan dalam Lectio Divina adalah membaca Kitab Suci dalam terang Roh Kudus, merenungkannya, berdoa, dan berkontemplasi. Pokok-pokok dalam Lectio Divina, diinisiasi oleh Guido II dalam empat tahap yaitu Lectio, Meditatio, Oratio, dan Contemplatio.

Lectio. Apa yang Kitab Suci katakan pada kita? Dalam Lectio, kita membaca Kitab Suci dengan penuh khidmat. Dengan membaca Kitab Suci, kita membuka diri dan membiarkan Tuhan berbicara kepada kita melalui sabda-Nya.

Meditatio. Apa makna Kitab Suci bagiku? Meditatio, (L. meditari) berarti merenungkan secara mendalam, mempersiapkan, mempelajari, dan melatih diri (Darmawijaya, 1999). Dalam meditasi, kita membuka diri untuk diilhami dan digerakkan oleh Sabda Ilahi. Caranya adalah dengan membaca kembali bacaan Kitab Suci, mengulangnya, dan merenungkannya.

Oratio. Apa yang kamu katakan kepada Tuhan sebagai tanggapan atas sabda-Nya? Berdoa merupakan tanggapan kita atas sapaan Tuhan melalui bacaan Kitab Suci yang telah dibaca atau didengarkan. Dalam berdoa, kita berkomunikasi dengan Tuhan, baik dalam bentuk ucapan syukur, permohonan, maupun teguran melalui Kitab Suci. 

Contemplatio. Pertobatan pikiran, hati, dan kehidupan apa yang Tuhan minta dari kamu?

Kontemplasi merupakan cara kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Kontemplasi membiarkan diri sepenuhnya “ditangkap” atau dikuasai oleh Dia yang bersabda melalui tiap-tiap teks Kitab Suci (Stefan Leks, 1997).

Seluruh upaya membangun kedekatan, menjalin persahabatan secara mendalam dengan Tuhan melalui Lectio Divina tersebut, diharapkan akan berdampak pada orang lain dan lingkungan di sekitar kita, dalam bentuk komitmen dan tindakan kasih yang konkret. 

(Yohanes Budi, ND Campus Ministry)

Bagikan Halaman Ini