Anak-anak jaman sekarang adalah anak yang hidup di dunia yang bising dan mengganggu. Dimana keheningan jadi sesuatu yang semakin sulit didapatkan. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut dapat memberikan efek negatif bagi  kesehatan  kita dan anak – anak . Hanya sedikit waktu yang digunakan untuk merasakan keheningan. Maka kita sebagai orangtua memberikan waktu kepada anak – anak untuk belajar menenangkan diri dalam keheningan beberapa menit dalam sehari guna untuk mengheningkan pikiran dan hati. Keheningan dapat mengurangi stres dan ketegangan, keheningan membantu lebih fokus kembali, keheningan mengaktifkan jaringan otak, dan keheningan meregenerasi sel-sel otak

Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame

Anak – anak identik dengan kegaduhan. Semakin banyak anak semakin riuh dan gaduh, baik di dalam kelas maupun di ruangan lainnya. Kadang orang dewasa sulit membuat anak-anak tertib dan tenang baik di kelas, di ruang tidur bahkan di gereja/tempat ibadah. Anak-anak juga membutuhkan keheningan pikiran dan batin, agar anak mampu belajar  mengendapkan segala persoalan yang dialaminya. 

Melatih keheningan akan sangat membantu anak untuk berkonsentrasi, peka terhadap lingkungan, menciptakan ketenangan batin, dan menjaga kesehatan tubuh. Kebiasaan hening, akan sangat membantu anak-anak menertibkan diri sesuai dengan aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Saat makan, saat berdoa di gereja atau dalam suasana doa, saat mendengarkan orang lain berbicara, adalah saat dimana anak belajar diam (Hening).

Kebisingan dan semua polusi suara yang masuk ke benak anak-anak selain perlu difilter ( suara yang baik dan buruk), butuh pula pengendapan agar semakin jelas dipilah dan dipilih untuk dikelola lebih lanjut. Kata-kata yang positif  diterima (accept), diinternailisasi, dilanjutkan untuk ditransfer lewat perilaku sehari-hari. Kata-kata negatif, tidak perlu diproses lebih lanjut (reject).

Maka kegiatan mengheningkan diri beberapa menit bagaikan proses menyuling air yang sudah dipisahkan dari kotoran yang mengendap. Agar semakin bening dan jernih. Dalam keheningan mekanisme acceptance hal-hal positif dan rejection hal negatif terjadi.

Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame

Proses pembelajaran hening di TK Notre Dame dimulai tahun ajaran baru 2019/2020. Tata cara pembelajaran hening adalah sebagai berikut:

  • – Anak-anak dikumpulkan di ruangan doa , kemudian anak diajak duduk bersila.
  • – Anak – anak mencoba duduk dengan alas bantal dan diusahakan tidak bersentuhan antara satu teman dengan teman lain
  • – Kemudian anak – anak diputarkan musik pengantar masuk keheningan : “Lonely Shepherd”
  • – Kata pengantar dari guru pendamping : Anak-anak mari kita masuk dalam keheningan, tidak ada suara yang keluar dari mulut kita. Kita ikuti suara musik dalam keheningan. Mari bersama-sama menyapa Bapa dengan menyanyi “ Selamat pagi Bapa …”
  • – Saat HENING (2-3 menit)
  • – Pesan pendek dari guru pendamping : Tuhan memberi kita mulut untuk berbicara dan berkata-kata. Berkatalah JUJUR dan BENAR. Jagalah mulut dan hatimu agar tetap berkata BENAR, BAIK dan JUJUR selamanya  …..
  • – Doa penutup, musik bisa diperdengarkan lagi pelan : Terimakasih Tuhan Engkau memberi kami mulut, kaki, tangan, mata dan telinga yang baik. Bantulah kami agar selalu menggunakannya untuk berbuat BENAR, BAIK dan JUJUR. 

Kegiatan ini harus dilakukan secara intensif, seminggu sekali atau dua kali agar menjadi pembiasaan yang terus menerus diulang. Misalnya setiap hari Selasa – Jumat, atau setiap Jumat saja. Semoga kegiatan ini dapat membantu anak-anak mengasah ketenangan batin. Mampu mengendapkan dan memilah kebaikan dan keburukan, yang positip dan negatif agar  berkembang menjadi anak-anak sekolah Notre Dame yang sehat dan ceria.  Semoga dengan belajar hening anak – anak TK Notre Dame ke depan menjadi generasi yang bisa dicontoh karakter dan akhlaknya sejalan dengan Motto sekolah Notre Dame:

MEMBANGUN KARAKTER MENDIDIK NALAR.

( Oleh: Agnes Ninik P, Guru TK B Notre Dame – 2019 )

Bagikan Halaman Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •