Ada hubungan yang kuat antara membangun karakter dengan mendidik nalar. Jika kita mampu mengarahkan murid untuk mempunyai karakter yang baik maka pada saat bersamaan kita dapat mendidik nalar murid. Untuk sebagian teman –teman guru di SMA saya yakin siap untuk mendidik nalar murid , mereka sudah bekerja lama, memiliki pengalaman mengajar ribuan murid, seharusnnya mereka mampu mengkondisikan murid ke arah yang lebih baik walaupun dengan latar belakang murid yang berbeda beda.

Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame

Untuk mewujudkannya, jelas bagi saya bahwa guru harus menjadi figur Ing Ngarso Sung Tulodho, di mana kita sebagi pendidik harus mampu menjadi contoh yang baik bagi murid kita . Contoh yang sepele yang sering terjadi, kita membuat peraturan bahwa murid tidak boleh terlambat masuk sekolah. Maka, kita sebagai seorang pendidik tidak boleh terlambat. Sayangnya, terkadang kita menganggap itu bukan masalah dengan justru datang terlambat. Kita tahu, murid memperhatikan itu. Ing Madyo Mbangun Karso, di tengah tengah kesibukan kita sebagai seorang pendidik kita harus tetap mampu membangkitkan semangat murid kita ,menciptakan suasana yang kondusif agar murid merasa lebih nyaman dan aman dalam belajar. Kadang dengan alasan kesibukan, kita kurang maksimal dalam melayani murid. Padahal, mendengarkan cerita murid itu sangat penting. Tut Wuri Handayani, pendidik harus mampu memberi dorongan moral dan semangat yang baik kepada murid. Murid akan merasa senang dan termotivasi ketika kita puji, kita semangati, tetapi kadang kita melupakan itu.

Saya ingin mewujudkan bahwa di SMA, baik pendidik ataupun anak – anak, harus meneladani pribadi Kristus di tengah tantangan jaman saat ini. Setiap kita harus berani tampil melayani tanpa pamrih , jujur ,mandiri, dan bertanggung jawab. Di sinilah kuncinya, yaitu bahwa guru harus mampu memberi contoh nyata bukan sekedar ucapan keluar dari mulut saja atau teori yang muluk-muluk tetapi kenyataanya sekedar teori. Guru harus berani menjadi teladan seperti Kristus memberi teladan kepada murid-muridnya.
Orang tua atau wali menitipkan anak –anak mereka dengan segala kepercayaan masing- masing. Ada resiko SMA Notre Dame tidak dipercaya oleh orang tua karena cara penanganan. Namun, kami percaya bahwa guru adalah alat Tuhan dalam memberi pembinaan dan ilmu, baik secara akademik dan sosial. Oleh karena itu, tata-tertib atau student handbook menjadi salah satu instrument penting dalam pembinaan para siswa. Sepanjang para guru meneladani Kristus dalam menangani permasalahan siswa, maka pendidikan Notre Dame akan membawa kebaikan bagi masa depan siswa dan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang dibutuhkan oleh anak-anak.

 

(Anastasia Sri Mularsih, S.Pd. Kepala SMA Notre Dame)

Bagikan Halaman Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •