Kesan pertama saat saya menjadi Kepala Sekolah di SD Notre Dame Jakarta pada 2016 lalu adalah kurang adanya komunikasi yang baik dan lancar antar rekan guru dan pimpinan, antara guru dan guru serta guru dan Yayasan. Hal itu terlihat dari adanya banyak rumor dan cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan yang saya ketahui. Tidak mengherankan jika rumor yang tentu belum tentu benar itu tersebar di kalangan masyarakat.

Ilustrasi: Arsip Sekolah Notre Dame

Di internal sendiri, pada saat rapat-rapat awal di Badan Pelaksana Harian, saya merasakan belum adanya keterbukaan hati antar unit karya. Mungkin itu semua karena kurang adanya pengawasan dari pengelola sehigga setiap unit berjalan sendiri-sendiri. Jadi, belum ada rasa handarbeni atau rasa memiliki sekolah ini sebagai milik mereka.
Namun, kini semua itu telah berubah. Memasuki tahun pelajaran 2018-2019 lalu semangat kebersamaan semakin terasa. Dengan kondisi yang demikian itu, munculnya motto “Membangun Karakter dan Mendidik Nalar” menjadi semacam perekat setiap insan Sekolah Notre Dame. Tinggal sekarang, langkah selanjutnya adalah memikirkan apa yang akan dilakukan untuk dapat melihat adanya peningkatan pembentukan karakter guru, pembinaan profesionalitas guru, serta pembinaan on going formation di tingkat unit karya. Hal itu penting untuk dilakukan karena yang dilakukan untuk Membangun Karakter siswa hanya bisa dilakukan melalui keteladanan para guru dan semua yang terlibat dalam kependidikan.

Maka saya berpikir bahwa saya harus lebih menekankan pada peningkatan karakter guru, dengan demikian siswa- siswa dapat melihat keteladanan dari para gurunya.
Dalam hal “mendidik nalar” untuk berpikir kritis bagi siswa, ini merupakan usaha yang terus menerus dilakukan. Mendidik anak untuk berpikir kritis bukan hal instan dan bukan pula hal yang mudah. Kita perlu melakukan melalui kegiatan kelompok dalam bentuk diskusi, problem solving, presentasi, dan kegiatan-kegiatan lain untuk merangsang daya pikir siswa guna mencari dan menemukan sendiri informasi dan cara mengatasi masalah.

Selain itu, meningkatkan Literasi adalah salah satu agenda wajib yang harus dilakukan. Literasi menjadi hal penting dalam meningkatkan daya nalar siswa. Tinggal sekarang, bagaimana hal itu diimplementasikan oleh guru-guru di dalam kelas mereka masing-masing, adalah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.
Berpikir kritis dalam membedakan mana yang baik, benar, adil dan berani memperjuangkan kebenaran adalah hal-hal yang menjadi tujuan Sekolah Dasar Notre Dame. Sejak usia SD, mereka perlu dibekali prinsip-prinsip dasar ini. Bahkan, anggap saja, berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh siswa.

Ke depan, saya membayangkan bahwa siswa-siswi SD Notre Dame adalah pribadi yang berbicara lugas, terbuka dan santun. Lugas itu apa adanya, tidak ada “udang di balik batu”. Jika ia memuji orang lain, haruslah dari dalam hatinya. Jika ia tidak suka, maka katakan tidak suka. Namun, semua itu harus dikatakan dengan santun agar tidak menyakiti hati orang lain karena cara dia melakukan.

(Sr. Maria Nikoline, SND. Kepala SD Notre Dame Puri Indah)

Bagikan Halaman Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •